● online
- Food Troli 8 Susun - Troli Makan - Food Trolley
- Bed Pasien - Ranjang Rumah Sakit 2 Crank/Engkol AB
- Foot Step Bahan Besi
- Lampu Viewer X-Ray Double PC
- Bed Pasien - Ranjang Rumah Sakit 2 Crank ABS Sider
- Baby Box - Box Bayi - Tempat Tidur Bayi Baru Lahir
- Kursi Donor Stainless
- Kursi Obgyn - Kursi Standar BKKBN Ginekolog
Cara Memasang Infus yang Baik dan Benar
Mengetahui cara memasang infus yang baik dan benar sejatinya adalah tugas dari tenaga kesehatan. Meskipun begitu, tidak ada salahnya untuk Anda mengetahui bagaimana cara memasang infus, terutama apabila orang terdekat Anda adalah seorang pasien yang tengah menjalani perawatan rawat jalan di rumah.
Sebelum membahas cara memasang infus yang baik dan benar, ada baiknya Anda ketahui terlebih dahulu sekilas mengenai infus dan tujuan pemberiannya itu sendiri. Untuk itu, simak terus penjelasan mengenai infus berikut ini.
Sekilas Mengenai infus
Infus adalah sebuah metode yang digunakan untuk memasukkan obat ke dalam tubuh secara langsung dengan melalui pembuluh darah. Nah, metode pemberian infus yang satu ini tidak serta-merta diberikan kepada setiap pasien yang jatuh sakit, akan tetapi hanya pada pasien yang sudah tidak memungkinkan mengonsumsi obat secara oral atau melalui mulut.
Biasanya, rekomendasi pemasangan infus akan diberikan oleh dokter ketika pasien sudah berada dalam kondisi lemah dan memerlukan obat untuk segera masuk ke dalam tubuh, agar kondisi tidak bertambah parah. Adapun contoh kondisi ini adalah seperti pada pasien yang mengalami dehidrasi, stroke, hingga keracunan. Pada kondisi-kondisi tersebut, konsumsi obat secara oral melalui mulut akan membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus melalui proses pencernaan terlebih dahulu.
Metode Pemberian Obat Melalui Infus
Ternyata, ada dua metode pemberian obat melalui infus yang dapat digunakan pada kondisi di mana seseorang membutuhkan cairan infus dengan segera. Adapun kedua metode infus tersebut di antaranya adalah metode manual dan juga pompa.
Pada metode manual, pemberian infus dilakukan dengan mengandalkan gaya gravitasi agar jumlah obat tetap sama dalam beberapa periode waktu. Metode ini mungkin menjadi metode yang akan sering Anda jumpai pada banyak pasien. Dalam hal ini, perawat biasanya akan mengatur seberapa cepat tetesan cairan infus dengan mengurangi ataupun menambah tekanan pada tabung yang dipasang pada selang infus.
Adapun pada metode pompa, cairan infus diberikan dengan mengandalkan pompa listrik. Dalam hal ini, seberapa banyak jumlah dan kecepatan infus yang dibutuhkan akan dapat diprogram melalui pompa khusus. Nah, untuk metode ini sendiri, hanya dapat digunakan manakala takaran obat yang akan diberikan telah terkontrol dan tepat.
Cara Memasang Infus yang Baik dan Benar
Pemasangan infus tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang dan asal-asal. Pemasangan infus akan dilakukan oleh perawat atau dokter. Sebelum memasang infus, ada beberapa alat yang perlu persiapkan terlebih dahulu. Berikut ini alat-alat yang perlu disiapkan terlebih dahulu sebelum pemasangan infus.
- Cairan infus sesuai kebutuhan pasien
- Standar infus
- Perlak
- Plester
- Gunting
- Bengkok
- Tourniquet
- Sarung tangan yang steril
- Kassa
- Alkohol swab
- Betadine
Setelah menyiapkan alat-alat tersebut, lalu bagaimana cara memasang infus yang baik dan benar? Berikut ini cara memasang infus yang baik dan benar.
- Sebelum memasangkan infus, terlebih dahulu mencuci tangan hingga bersih.
- Mendekatkan peralatan ke pasien agar mudah dijangkau.
- Menjelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan sensasi yang akan dirasakan.
- Mengatur posisi pasien dalam keadaan berbaring.
- Menyiapkan cairan infus dan menyambungkannya ke selang infus. Setelah itu gantungan cairan infus ke standar infus.
- Menentukan area vena yang akan ditusuk untuk menyalurkan infus.
- Memasang alas.
- Memasangkan tourniquet pembendung kurang lebih 15 cm di atas vena yang hendak ditusuk.
- Menggunakan sarung tangan yang steril.
- Memberikan desinfektan pada area yang akan ditusuk dengan diameter 5cm hingga 10 cm.
- Menusukkan IV catheter ke vena menggunakan jarum yang menghadap ke jantung.
- Memastikan jarum IV telah benar-benar masuk ke vena.
- Menyambungkan jarum IV yang telah ditusuk ke selang infus.
- Menutup area insersi menggunakan kassa kering yang steril kemudian diberikan plester.
- Mengatur tetesan infus yang sesuai.
- Melepaskan sarung tangan.
- Memasangkan label pelaksanaan yang mencantum informasi mengenai nama pelaksana dan waktu pelaksanan.
- Membereskan alat-alat dan mencuci tangan.
Demikianlah penjelasan mengenai cara memasang infus yang perlu diketahui. Waspadai timbulnya efek samping dari pemberian infus seperti terjadinya infeksi pada area bekas suntikan, hingga penggumpalan darah. Apabila terjadi hal-hal tersebut, segera hubungi dokter atau perawat terdekat.

Tags: Infus, Tiang Infus
Cara Memasang Infus yang Baik dan Benar
Sejarah Singkat Troli Oksigen Trolley oksigen atau troli oksigen adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk membawa dan mengalirkan oksigen dari... selengkapnya
Bed Pasien adalah tempat tidur yang dirancang khusus untuk digunakan oleh pasien yang sakit atau membutuhkan perawatan medis di rumah... selengkapnya
Bed pasien adalah tempat tidur yang dirancang khusus untuk pasien di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya. Bed pasien... selengkapnya
Saat terjadi kecelakaan maupun situasi darurat dimana dibutuhkan alat bantu untuk memindahkan pasien yang terluka, keberadaan alat tersebut sangatlah penting.... selengkapnya
Bedside cabinet adalah perabot kecil berbentuk lemari atau meja dengan laci yang ditempatkan di dekat tempat tidur pasien di fasilitas... selengkapnya
Tabung jarum infus atau kanula sangat penting dalam dunia medis. Kanula adalah tabung plastik berukuran kecil yang dapat dimasukkan ke... selengkapnya
Bed ginekolog adalah tempat tidur khusus yang dirancang untuk pemeriksaan kesehatan reproduksi wanita, seperti pemeriksaan panggul, pap smear, dan prosedur... selengkapnya
Selain digunakan untuk dekorasi, otomotif, dan penerangan komersial, ternyata lampu sorot juga digunakan di salah satu aspek yang sangat penting... selengkapnya
Troli instrumen adalah alat yang digunakan untuk menyimpan dan mengorganisir instrumen medis dan peralatan lainnya yang digunakan selama operasi atau... selengkapnya
Ketika seseorang dalam keadaan sakit, nafsu makan pasti akan menurun. Semua makanan yang masuk ke mulut akan terasa hambar. Makanan... selengkapnya
Spesifikasi produk Nama : Bracket Botol Sanitizer Bahan : plat full stainless 1 mm Tinggi : 30 cm Bisa dipakai… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKasur Anti Decubitus Sella dapat dipakai oleh pasien yang karena karena penyakitnya harus berbaring lama di tempat tidur, sehingga bila… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSpesifikasi produk Matras bed pasien Bahan foam dilapis vinyl waterproof Ketebalan standar 10 cm Ada patahan yang disesuaikan dengan ranjang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBox Bayi / Baby Box Bahan Stainless Fungsi untuk meletakkan bayi yang baru lahir atau pasien bayi di rumah sakit…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSSpesifikasi: * Dimensi meja = 60 x 40 cm * Tinggi bisa diatur 70-120 cm dengan mekanisme gaspring * Bahan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSLemari obat 1 pintu atau disebut juga Medicine Cabinet untuk kebutuhan ruangan medis anda. Produksi lokal Indonesia. Produk telah registrasi di… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMeja Kebidanan / Meja Ginek / Meja Gyn / Gynaecology Bed Spesifikasi: * Dimensi plt = 2 m x 75… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSPESIFIKASI PRODUK: Nama Produk : Troli Laundry / Laundry Trolley / Linen Fungsi : Menyimpan, membawa dan memindahkan pakaian kotor… selengkapnya
*Harga Hubungi CSREADY STOK Free Ongkir Khusus Jabodetabek. Untuk luar kota harap ongkos kirim diskusikan terlebih dahulu. Kami pasti carikan ekspedisi paling… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSpesifikasi: * Dimensi plt = 70 x 40 x 110 cm * Bahan besi cat oven / powder coating *… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.