● online
- Instrument Cabinet - Lemari Instrumen 2 Pintu Baha
- Bed Pasien 3 Crank Polywood - Ranjang Rumah Sakit
- Troli EKG / ECG / USG
- Meja Operasi Manual Rumah Sakit/Klinik Kesehatan
- Infus Stand Full Stainless Kaki 3
- Troli Instrumen 2 Rak Laci Full Stainless
- Bed Pasien 1 Engkol Manual ABS Deluxe - Ranjang Ru
- Bed Pasien Elektrik Kupu-Kupu
Cara Memasang Infus yang Baik dan Benar
Mengetahui cara memasang infus yang baik dan benar sejatinya adalah tugas dari tenaga kesehatan. Meskipun begitu, tidak ada salahnya untuk Anda mengetahui bagaimana cara memasang infus, terutama apabila orang terdekat Anda adalah seorang pasien yang tengah menjalani perawatan rawat jalan di rumah.
Sebelum membahas cara memasang infus yang baik dan benar, ada baiknya Anda ketahui terlebih dahulu sekilas mengenai infus dan tujuan pemberiannya itu sendiri. Untuk itu, simak terus penjelasan mengenai infus berikut ini.
Sekilas Mengenai infus
Infus adalah sebuah metode yang digunakan untuk memasukkan obat ke dalam tubuh secara langsung dengan melalui pembuluh darah. Nah, metode pemberian infus yang satu ini tidak serta-merta diberikan kepada setiap pasien yang jatuh sakit, akan tetapi hanya pada pasien yang sudah tidak memungkinkan mengonsumsi obat secara oral atau melalui mulut.
Biasanya, rekomendasi pemasangan infus akan diberikan oleh dokter ketika pasien sudah berada dalam kondisi lemah dan memerlukan obat untuk segera masuk ke dalam tubuh, agar kondisi tidak bertambah parah. Adapun contoh kondisi ini adalah seperti pada pasien yang mengalami dehidrasi, stroke, hingga keracunan. Pada kondisi-kondisi tersebut, konsumsi obat secara oral melalui mulut akan membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus melalui proses pencernaan terlebih dahulu.
Metode Pemberian Obat Melalui Infus
Ternyata, ada dua metode pemberian obat melalui infus yang dapat digunakan pada kondisi di mana seseorang membutuhkan cairan infus dengan segera. Adapun kedua metode infus tersebut di antaranya adalah metode manual dan juga pompa.
Pada metode manual, pemberian infus dilakukan dengan mengandalkan gaya gravitasi agar jumlah obat tetap sama dalam beberapa periode waktu. Metode ini mungkin menjadi metode yang akan sering Anda jumpai pada banyak pasien. Dalam hal ini, perawat biasanya akan mengatur seberapa cepat tetesan cairan infus dengan mengurangi ataupun menambah tekanan pada tabung yang dipasang pada selang infus.
Adapun pada metode pompa, cairan infus diberikan dengan mengandalkan pompa listrik. Dalam hal ini, seberapa banyak jumlah dan kecepatan infus yang dibutuhkan akan dapat diprogram melalui pompa khusus. Nah, untuk metode ini sendiri, hanya dapat digunakan manakala takaran obat yang akan diberikan telah terkontrol dan tepat.
Cara Memasang Infus yang Baik dan Benar
Pemasangan infus tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang dan asal-asal. Pemasangan infus akan dilakukan oleh perawat atau dokter. Sebelum memasang infus, ada beberapa alat yang perlu persiapkan terlebih dahulu. Berikut ini alat-alat yang perlu disiapkan terlebih dahulu sebelum pemasangan infus.
- Cairan infus sesuai kebutuhan pasien
- Standar infus
- Perlak
- Plester
- Gunting
- Bengkok
- Tourniquet
- Sarung tangan yang steril
- Kassa
- Alkohol swab
- Betadine
Setelah menyiapkan alat-alat tersebut, lalu bagaimana cara memasang infus yang baik dan benar? Berikut ini cara memasang infus yang baik dan benar.
- Sebelum memasangkan infus, terlebih dahulu mencuci tangan hingga bersih.
- Mendekatkan peralatan ke pasien agar mudah dijangkau.
- Menjelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan sensasi yang akan dirasakan.
- Mengatur posisi pasien dalam keadaan berbaring.
- Menyiapkan cairan infus dan menyambungkannya ke selang infus. Setelah itu gantungan cairan infus ke standar infus.
- Menentukan area vena yang akan ditusuk untuk menyalurkan infus.
- Memasang alas.
- Memasangkan tourniquet pembendung kurang lebih 15 cm di atas vena yang hendak ditusuk.
- Menggunakan sarung tangan yang steril.
- Memberikan desinfektan pada area yang akan ditusuk dengan diameter 5cm hingga 10 cm.
- Menusukkan IV catheter ke vena menggunakan jarum yang menghadap ke jantung.
- Memastikan jarum IV telah benar-benar masuk ke vena.
- Menyambungkan jarum IV yang telah ditusuk ke selang infus.
- Menutup area insersi menggunakan kassa kering yang steril kemudian diberikan plester.
- Mengatur tetesan infus yang sesuai.
- Melepaskan sarung tangan.
- Memasangkan label pelaksanaan yang mencantum informasi mengenai nama pelaksana dan waktu pelaksanan.
- Membereskan alat-alat dan mencuci tangan.
Demikianlah penjelasan mengenai cara memasang infus yang perlu diketahui. Waspadai timbulnya efek samping dari pemberian infus seperti terjadinya infeksi pada area bekas suntikan, hingga penggumpalan darah. Apabila terjadi hal-hal tersebut, segera hubungi dokter atau perawat terdekat.

Tags: Infus, Tiang Infus
Cara Memasang Infus yang Baik dan Benar
Rumah sakit, industri medis serta sarana kesehatan banyak menggunakan troli medis berbahan stainless steel. Produk yang terbuat dari baja tahan... selengkapnya
Lemari narkotika adalah lemari khusus yang digunakan untuk menyimpan narkotika dan psikotropika di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti apotek, rumah sakit,... selengkapnya
Bed partus merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin, di mana partus berarti melahirkan atau persalinan. Istilah ini digunakan untuk merujuk... selengkapnya
Trolley makanan di rumah sakit adalah kendaraan beroda yang digunakan untuk mengangkut dan menyajikan makanan kepada pasien di rumah sakit.... selengkapnya
Bed pasien adalah tempat tidur atau ranjang yang digunakan oleh seorang pasien di rumah sakit atau fasilitas perawatan kesehatan lainnya.... selengkapnya
Lemari narkotik adalah lemari khusus yang sengaja dirancang untuk digunakan oleh para ahli medis atau ditempatkan di ruangan medis seperti klinik, tempat praktek dokter, rumah... selengkapnya
Saat terjadi kecelakaan maupun situasi darurat dimana dibutuhkan alat bantu untuk memindahkan pasien yang terluka, keberadaan alat tersebut sangatlah penting.... selengkapnya
Tandu Lipat Tandu lipat adalah jenis tandu portabel atau alat angkut yang dirancang untuk digunakan dalam situasi darurat atau medis.... selengkapnya
Meja mayo stainless steel ini merupakan salah satu jenis troli instrumen untuk ruang operasi. Terbuat dari bahan stainles steel yang... selengkapnya
Bed Pasien atau tempat tidur rumah sakit adalah tempat tidur yang didesain spesial untuk pasien rawat inap atau orang lain... selengkapnya
Kain penutup peti jenazah Bahan beludru dengan pinggiran benang berwarna kuning emas / warna lainnya Warna bahan dan benang bisa… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSpesifikasi: * Fungsi untuk tempat tidur rawat inap anak-anak * Dimensi 180 x 80 x 60-120 cm * Rangka besi cat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSOverbed table : Spesifications : – Material : ABS – Iron Steel Pole – Table Surfave Size : 820 x… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBox Bayi / Baby Box Bahan Stainless Fungsi untuk meletakkan bayi yang baru lahir atau pasien bayi di rumah sakit…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSSpesifikasi: * Dimensi plt = 60 x 40 x 85 cm * Material full stainless steel * Terdiri dari 3… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSPESIFIKASI PRODUK Nama : Lampu X-Ray viewer single bahan stainless Fungsi : Alat untuk membaca film rontgen atau X-Ray film… selengkapnya
*Harga Hubungi CSNama Produk : Troli Emergency – Emergency Trolley Fungsi : Menyimpan dan membawa obat dan perlengkapan medis Dimensi : 50… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSpesifikasi: * Dimensi plt = 200 x 60 x 75 cm * Bahan rangka besi cat oven / powder coating… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSPESIFIKASI PRODUK: Nama Produk : Troli Londri / Troli Linen / Laundry Trolley Fungsi : Membawa / memindahkan pakaian kotor… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSpesifikasi: * Dimensi plt = 200 x 60 x 80 cm * Bahan rangka besi cat oven / powder coating… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.