Beranda » Blog » Prosedur Pemasangan Infus Hingga Resiko Efek Sampingnya

Prosedur Pemasangan Infus Hingga Resiko Efek Sampingnya

Diposting pada 29 March 2023 oleh SulthanMedic / Dilihat: 2.788 kali / Kategori:

Tidak semua kondisi medis perlu diinfus

Tidak semua penyakit memerlukan pemasangan infus. Biasanya dokter merekomendasikan pemasangan infus ketika seorang pasien mengalami kondisi darurat medis yang mengharuskan obat masuk ke dalam tubuhnya secara cepat. Misalnya ketika seseorang kekurangan cairan (dehidrasi), terkena serangan jantung, stroke, atau keracunan.

Ketika kondisi tersebut terjadi, minum obat lewat mulut tidak akan efektif membantu meringankan kondisi pasien. Pasalnya, obat oral membutuhkan waktu lebih lama untuk diserap aliran darah karena harus dicerna oleh tubuh terlebih dahulu. Padahal, pasien sedang membutuhkan penanganan yang cepat karena jika tidak, kondisinya bisa saja semakin memburuk.

Infus juga menjadi penting ketika obat minum tidak memungkinkan. Hal ini dapat terjadi ketika pasien mengalami muntah hebat, dimana semua makanan dan cairan yang masuk ke mulut segera dimuntahkan tanpa sempat dicerna.

Nah, di saat inilah terapi infus menjadi salah satu jalan keluar terbaik. Ya, terapi intervena alias infus dapat membantu mempercepat penyerapan obat ke dalam aliran darah, sehingga obat akan bekerja lebih optimal untuk mengatasi kondisi pasien.

Secara umum, berikut kondisi-kondisi yang membuat dokter menginfus Anda:

  • Dehidrasi parah
  • Keracunan makanan
  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Gangguan sistem imun
  • Mengalami infeksi yang membuat pasien tidak responsif terhadap antibiotik oral
  • Menggunakan obat-obatan kemoterapi untuk menangani kanker
  • Penggunaan obat-obatan tertentu untuk mengatasi rasa sakit
  • Mengalami peradangan kronis

Pemberian terapi intervena tidak hanya terbatas pada kondisi di atas. Mungkin ada beberapa kondisi lain yang tidak disebutkan di atas, namun membutuhkan perawatan intervena. Oleh sebabnya, konsultasilah ke dokter untuk memastikan perlu tidaknya Anda melakukan terapi intervena.

 

Mengulik jenis-jenis infus

Metode pemberian obat secara intravena ternyata dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Manual. Metode ini dilakukan dengan melibatkan gaya gravitasi supaya jumlah obat tetap sama selama periode waktu tertentu. Perawat dapat mengatur kecepatan tetesan cairan infus dengan cara mengurangi atau menambah tekanan penjepit pada tabung intervena yang dipasang di selang.
  2. Pompa. Laju aliran cairan dalam infus dapat diatur dengan pompa listrik. Perawat akan memprogram pompa agar cairan infus dapat menetes dengan kecepatan dan jumlah yang sesuai kebutuhan pasien. Pompa hanya dapat digunakan ketika takaran dosis obat sudah tepat dan terkontrol.

Terlepas dari metode apa yang digunakan, perawat atau tenaga medis harus tetap memantau infusan Anda secara intensif. Hal ini dilakukan supaya laju cairan yang menetes dari kantong infus terkontrol dengan baik. Laju cairan yang terlalu cepat atau bahkan terlalu dapat memebuat pengobatan menjadi tidak optimal.

 

Proses pemasangan infus

Sebelum menginfus Anda, dokter, perawat, atau tenaga medis lainnya harus terlebih dahulu menentukan jenis infus yang akan digunakan pasien. Entah itu secara manual atau pompa listrik,

Nah, setelah dokter atau perawat berhasil menentukan metode mana yang terbaik untuk pasien, barulah infus bisa disuntikkan melalui kulit. Namun sebelum memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah, perawat biasanya akan membersihkan area yang disuntik dengan alkohol. Hal ini dilakukan agar area tersebut bersih dari paparan kuman.

Pada orang dewasa, bagian yang paling sering diinfus adalah punggung tangan atau lipatan antara lengan atas dan bawah. Sementara pada bayi, infus dapat diberikan melalui kaki, tangan, atau bahkan kulit kepala.

Anda mungkin akan merasakan rasa tidak nyaman saat kateter dimasukkan ke pembuluh vena. Tak perlu cemas, rasa nyeri ini adalah reaksi normal dan umumnya segera membaik setelah prosedur selesai dilakukan.

 

Adakah efek samping setelah diinfus?

Setiap prosedur medis tentu memiliki efek samping. Termasuk ketika Anda diinfus oleh tenaga medis di klinik atau rumah sakit. Efek samping setelah diinfus dapat terjadi secara ringan atau berat, tergantung pada reaksi tubuh Anda terhadap obat dan faktor-faktor lainnya.

Secara umum, berikut beberapa efek samping diinfus yang paling sering terjadi:

 

1. Infeksi

Dalam banyak kasus, infeksi bisa saja terjadi di area bekas suntikan. Biasanya, efek samping ini terjadi akibat proses pemasangan jarum dan kateter yang tidak tepat, atau penggunaan peralatan medis yang tidak steril.

Kondisi ini bisa menyebabkan infiltrasi. Ketika infiltrasi terjadi, obat yang harusnya masuk ke aliran darah justru bocor ke jaringan di sekitarnya. Inflatrasi sendiri dapat menyebabkan kerusakan jaringan parah jika tidak segera ditangani.

Biasanya, gejala infeksi akibat suntikan berupa kemerahan, nyeri, dan bengkak di area bekas suntikan yang disertai dengan demam tinggi hingga menggigil. Segera cari pertolongan medis apabila Anda merasakan berbagai gejala tersebut setelah diinfus.

 

2. Emboli udara

Emboli udara dapat terjadi akibat adanya udara di jarum suntik atau kantong obat infus. Apabila saluran kantung obat infus mengering, gelembung udara bisa masuk ke pembuluh darah.

Gelembung-gelembung udara ini dapat mengalir ke arah jantung atau paru-paru sehingga aliran darah menuju area tersebut bisa terhambat. Jika terus-terusan terjadi, emboli udara dapat menyebabkan masalah serius seperti serangan jantung atau stroke.

 

3. Penggumpalan darah

Terapi intervena juga dapat menyebabkan penggumpalan darah. Darah yang menggumpal ini menyebabkan aliran darah melambat sehingga menyebabkan daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan menyakitkan.

 

Bisakah terapi intervena dilakukan sendiri?

Sayangnya, Anda tidak bisa melakukan terapi infus sendiri. Pemberian infus harus dilakukan oleh dokter atau perawat. Pasalnya, dosis yang digunakan pada terapi infus tergantung pada berat badan, riwayat medis, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Jumlah cairan yang mengalir dari kantong infus ke dalam vena juga harus diperhitungkan dengan tepat. Cairan infus yang mengalir terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menyebabkan komplikasi seperti sesak napas dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat berbahaya, apalagi jika dialami oleh pasien dengan riwayat penyakit kronis.

Di sisi lain, pemasangan infus pun harus dilakukan secara hati-hati karena pemberian obat harus diberikan langsung ke dalam pembuluh darah di bagian tubuh tertentu. Jika Anda salah dalam menentukan letak pembuluh darah, maka infeksi dan penyempitan pembuluh darah bisa saja terjadi. Keduanya pun sama-sama dapat memperparah kondisi Anda.

Jadi, jangan sekali-kali Anda mencoba untuk melakukan prosedur ini seorang diri.

klik di sini

Tags: ,

Bagikan ke

Prosedur Pemasangan Infus Hingga Resiko Efek Sampingnya

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Lihat Kelebihan Bed Pasien anak 1 Engkol Stainless
31 July 2023

Apa itu Bed Pasien? Bed pasien adalah tempat tidur yang digunakan untuk merawat pasien di rumah sakit, klinik, atau fasilitas... selengkapnya

Ciri-Ciri Bed Pasien yang Baik
4 October 2023

Bed pasien adalah tempat tidur yang disediakan di fasilitas perawatan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, atau pusat perawatan jangka panjang,... selengkapnya

Sekilas Info Mengenai Baby Table atau Meja Resusitasi
12 February 2023

Apa itu meja resus? Baby Table atau biasa disebut juga meja resusitasi adalah meja periksa khusus yang biasanya digunakan untuk meletakkan bayi atau pasien... selengkapnya

Perbedaan Antara Brankar, Tandu dan Stretcher
31 January 2024

Pengertian  Brankar biasanya merujuk pada sebuah perangkat yang digunakan untuk membawa atau mengangkut orang yang sakit atau cedera. Brankar seringkali... selengkapnya

Kegunaan Waskom Stand dalam Dunia Medis
12 May 2023

Waskom adalah jenis wadah atau bak cuci tangan yang terbuat dari berbagai bahan seperti keramik, batu, atau logam. Waskom biasanya... selengkapnya

Bed Pasien Standar / Ekonomis
25 May 2023

Bed pasien ekonomi/standar adalah jenis tempat tidur yang digunakan di rumah sakit atau fasilitas perawatan kesehatan lainnya untuk merawat pasien.... selengkapnya

Bahan Umum Pembuatan Keranda Jenazah
9 May 2023

Keranda atau mortuary adalah alat yang digunakan untuk mengangkut jenazah dari tempat meninggal ke tempat peristirahatan terakhir seperti ruang jenazah... selengkapnya

Meja Periksa Untuk Sarana Penunjang Kesehatan di Sekolah
16 March 2023

Meja periksa atau biasa disebut examination table adalah alat yang digunakan para ahli medis untuk memeriksa pasiennya dalam keadaan berbaring.... selengkapnya

Kegunaan Troli Instrumen di Kehidupan Sehari-hari
10 November 2023

Troli instrumen adalah perangkat atau alat yang dirancang khusus untuk mengangkut, menyimpan, dan mengorganisir instrumen medis atau peralatan medis di... selengkapnya

Bed Pasien Dengan Engkol/Crank
28 April 2023

Bed pasien adalah tempat tidur yang dirancang khusus untuk digunakan oleh pasien selama mereka menjalani perawatan di rumah sakit atau... selengkapnya

Prosedur Pemasangan Infus Hingga Resiko Efek Sampingnya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: